Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pemirsa rahimakumullah.

Kita bicara asuransi adalah takaful, saling menjaga dan saling melindungi. Oleh karena itu benar atau tidaknya sebuah asuransi tergantung pada akadnya. Tak ada keraguan hukum asuransi adalah halal. Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syariah Nasional dalam Fatwa No 21 tahun 2001 menyebutkan bahwa hukum asuransi adalah halal manakala mengikuti akad-akad yang telah digariskan oleh fatwa MUI.

Apa akadnya? Akadnya adalah Tabarru, akadnya adalah ta’awun, saling tolong-menolong. Kalau toh ada investasi, itu akadnya adalah akad tijari (komersial). Maka benarnya sebuah transaksi, benarnya muamalah, tergantung pada akadnya.

Inilah intinya hadis: wallahu fi ‘awnil ‘abdi ma kanal ‘abdu fi ‘awnil akhih.

“Allah akan menolong hambanya manakala hambanya menolong hamba yang lain.”

Maka saat kami bayar premi, diniatkan untuk menolong saudara kita kalau nanti kena musibah. Saat saya bayar adalah sedekah saya, maka saat itu juga kita mengeluarkan dari diri kita harta yang kita miliki untuk mendapat pahala dan rida dari Allah karena menolong hamba Allah Swt.

Jangan ragu lagi, silakan berasuransi. Bukan melawan takdir, tapi kita memenuhi terhadap tuntutan takdir. Karena tak mungkin orang hidup tanpa musibah. Hatta sampai asuransi kematian, asuransi jiwa pun bukan kita menghindar dari mati, tapi manakala ada yang meninggal ia punya tabungan yang bisa diwariskan kepada keluarganya, sehingga tidak menyulitkan kepada yang hidup dengan persiapan kita berasuransi.

Percayalah bahwa asuransi syariah adalah halal dan sesuai dengan syariah, asalkan memenuhi apa yang telah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, mengikuti apa yang telah ditentukan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia. Terima kasih. Mudah-mudahan bermanfaat.

Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(KH Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, PhD adalah Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat.)


Info produk asuransi syariah di Manulife:

  1. Mission Syariah, asuransi jiwa unit link dengan manfaat santunan kematian, penyakit kritis, dan rawat inap sesuai tagihan.
  2. MPDS (Manulife Perlindungan Diri Syariah), asuransi jiwa tradisional dengan pengembalian premi.

 

Untuk konsultasi tentang asuransi syariah dari Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Director Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Atau

Cari Agen Manulife di Kota Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *