kanker bangkrut

Cobalah sesekali tanya orang yang sekarang terkena stroke, apakah sebelumnya dia pernah menyangka akan terkena stroke?

Atau tanyalah orang yang sekarang harus menjalani cuci darah tiap minggu, apakah dulu ia pernah mengira akan mengalami gagal ginjal?

Atau tanya kepada orang yang dalam beberapa bulan ini bolak-balik rumah sakit untuk kemoterapi, pernahkah ia menduga bisa terkena kanker?

Ya, terkadang penyakit kritis datang seperti kecelakaan lalu lintas. Tiba-tiba dan tidak diduga. Vonis dokter terdengar seperti hantaman palu godam. Ya, karena yang bersangkutan mungkin merasa selama ini baik-baik saja. Ia ngantor tiap hari, bergaul dengan teman-temannya, bercengkrama dengan keluarganya, bahkan berolahraga secara rutin.

Penyakit kritis mungkin bisa dicegah. Tapi sebaik apa pun usaha kita, di zaman sekarang ini peluang keberhasilannya tidak akan 100 persen. Kita menerapkan gaya hidup sehat, lingkungan kita belum tentu mendukung. Setiap hari kita makan beraneka ragam hidangan dengan kandungan yang bermacam-macam, terpapar radiasi ponsel sepanjang hari, bergaul dengan teman-teman yang merokok, menghirup polusi udara, terjebak stres di perjalanan, dan sebagainya. Semua itu terakumulasi sedikit demi sedikit dalam tubuh kita, dan masing-masing menyumbang peran bagi menurunnya tingkat kesehatan kita. Bisa jadi ujungnya adalah penyakit kritis yang kita tidak sangka-sangka itu. Bisa jadi juga tidak. Tapi satu yang patut disadari, munculnya salah satu dari penyakit kritis bukanlah hal yang mustahil.

Solusi Biaya Penyakit Kritis

Dari sisi keuangan, dampak terbesar penyakit kritis ada dua:

  1. Biaya pengobatan yang besar
  2. Kehilangan penghasilan karena tidak bisa bekerja

Untuk biaya pengobatan, solusinya bisa menggunakan asuransi kesehatan, baik JKN, asuransi kantor, ataupun asuransi kesehatan yang diambil sendiri. Namun perlu diperhatikan limitnya, apakah cukup besar atau tidak. Manulife menyediakan asuransi kesehatan dengan limit yang besar, antara 10M hingga 35M per tahun, yaitu MIUHC (MiUltimate Health Care).

Namun asuransi kesehatan ada batasannya, yaitu hanya menyelesaikan biaya-biaya yang ditagihkan rumah sakit. Tentu ini bantuan yang sangat berharga. Namun untuk biaya-biaya nonmedis, seperti biaya hidup dan kehilangan penghasilan karena produktivitas menurun, asuransi kesehatan tidak bisa membantu. Di sini, solusi terbaik adalah asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis memberikan santunan sebesar uang pertanggungan jika tertanggung mengalami penyakit kritis. Santunan ini bebas digunakan untuk keperluan apa saja, termasuk sebagai pengganti penghasilan untuk biaya hidup.

Manulife memiliki beberapa solusi asuransi penyakit kritis. Silakan klik pada nama produk untuk informasi lebih lanjut.

  • MIUCC (MiUltimate Critical Care): Menanggung 50 penyakit kritis tahap akhir. Di produk ini, anda berasuransi sekaligus menabung dengan pengembalian premi 160% di akhir kontrak.
  • Rider MISCC (MiSmart Critical Care): Menanggung 56 penyakit kritis tahap akhir. Terdapat sebagai rider pada produk Mission dan Mission Syariah.
  • Rider MIESCC (MiSmart Early Stage Crisis Cover): Menanggung hingga 175 penyakit kritis sejak tahap awal.
  • Rider EPC (Early Prime Care): Menanggung penyakit kritis sejak tahap awal.

Demikian. []

 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Director Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *