Tahlilan

Tahlilan adalah tradisi di kalangan muslim tradisional di Jawa ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Tahlilan biasanya dilakukan selama tujuh hari berturut-turut setelah kematian, dilanjutkan tiap malam Jumat hingga hari ke-40, dan lalu hari ke-100.

Acara ini dilakukan dengan mengundang para tetangga untuk berdoa bersama setiap habis magrib atau isya, dilanjutkan dengan sajian makanan. Dulu makanan ini selalu berbentuk makanan jadi, tapi sekarang sering dikombinasi dengan bahan makanan mentah.

Biaya tahlilan sebenarnya tidak terlalu besar, setidaknya jika dibandingkan tradisi kematian di budaya lain seperti ngaben di Bali dan saur matua di Batak. Tapi jika uangnya tidak tersedia, tetap saja akan merepotkan.

Jika setiap hari orang yang diundang ada 100 orang, dan makanan per porsi rata-rata 20 ribu, maka dibutuhkan sekitar 2 juta per hari, jika 7 hari berarti 14 juta. Ini di luar biaya penyelenggaraan jenazah dan pemakaman, sewa tenda, ngajikeun (bayar orang untuk mengaji di kuburan), dan lain-lain. Di beberapa daerah, acara shalat jenazah itu diiringi dengan sedekah untuk orang-orang yang menyalatkan. Anggaplah untuk keluarga biasa, dibutuhkan dana sekitar 20 sd 30 juta untuk acara tahlilan selama tujuh hari. Dana ini akan lebih besar jika orang yang meninggal berasal dari keluarga terpandang, karena orang-orang yang datang untuk mendoakan bisa sampai ratusan bahkan ribuan.

Sudah lazim terjadi jika tidak tersedia dana tunai, pihak keluarga akan mencari pinjaman uang dengan menggadaikan harta yang dimiliki seperti tanah atau kendaraan. Namanya pinjaman, tentu harus dikembalikan. Proses pengembaliannya ini terkadang tidak berjalan lancar, sehingga aset yang digadaikan semakin lama di tangan orang lain, hingga bertahun-tahun, bahkan sampai berpindah kepemilikan.

MDLA, Solusi Biaya Tahlilan

Agar pengembalian pinjaman ini berjalan cepat dan lancar, ada solusinya yaitu dengan mengikuti asuransi jiwa. Biaya tahlilan dibutuhkan secara cepat begitu terjadi kematian, jadi jika tidak siap dana tunai memang tetap harus pinjam, tapi dengan adanya asuransi, ada bayangan yang jelas kapan pinjaman itu bisa dibayarkan.

Manulife memiliki program asuransi jiwa yang cocok digunakan untuk persiapan biaya tahlilan, yaitu MDLA (Manulife Dynamic Life Assurance) plan B. Dengan premi mulai 475 ribu per bulan, bisa mendapatkan UP (uang pertanggungan) minimal 100 juta tergantung usia. Masa pembayaran 5, 10, 15, atau 20 tahun, dan masa pertanggungan 30 tahun. Lalu jika masih hidup di akhir masa pertanggungan, seluruh premi akan dikembalikan. Jadi asuransinya bisa dianggap gratis.

Sebagai contoh, untuk pria usia 51 tahun, premi 475 ribu per bulan selama 10 tahun, mendapatkan UP 118 juta dengan masa pertanggungan 30 tahun. Jika meninggal, akan cair 118 juta yang diterima oleh ahli warisnya. Jika masih hidup setelah 30 tahun (usia 81 tahun), seluruh premi yang telah disetor akan dikembalikan, yaitu sebesar 57 juta.

Contoh-contoh lainnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Premi mdla plan b

Catatan:

  • Premi per bulan. Premi akan lebih murah 14% jika bayar secara tahunan.
  • Masa pembayaran premi 10 tahun. Tersedia juga masa pembayaran 5 tahun, 15, atau 20 tahun.
  • Masa pertanggungan 30 tahun, dihitung dari usia masuk. UP akan cair jika meninggal dalam masa pertanggungan, dan premi akan kembali 100% jika tertanggung masih hidup setelah 30 tahun.

Demikian. []


 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Director Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Atau

Cari Agen Manulife di Kota Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *