Wawancara dengan Bpk Karjadi Pranoto, Direktur & Chief EB and Sharia Business Manulife Indonesia, yang dimuat di E-Magazine Edisi Agustus 2023.

asuransi syariah manulife

Ada berapa produk Asuransi Syariah di Manulife Indonesia saat ini?

Di jalur distribusi agency kita memiliki 1 (satu) produk syariah yaitu MiSmart Insurance Solution Syariah (MiSSION Syariah), produk asuransi jiwa berbasis Syariah yang dikaitkan dengan investasi dengan berbagai manfaat seperti Manfaat Meninggal Dunia, Manfaat Akhir Masa Program Asuransi Jiwa Syariah, dan Manfaat Loyalitas total 750% dengan masa asuransi hingga Peserta berusia 110 tahun.

Produk ini dilengkapi dengan pilihan Asuransi Tambahan MiSmart Health Care Syariah (MiSHC Syariah), MiSmart Critical Care Syariah (MiSCC Syariah), dan MiSmart Waiver Syariah (MiSW Syariah). Ketiga asuransi tambahan syariah ini sudah dapat dipasarkan kembali oleh rekan-rekan tenaga pemasar per 19 Agustus 2023.

Kapan penjualan tertinggi syariah?

Secara umum penjualan tertinggi produk syariah di industri terjadi pada periode kwartal pertama menjelang Ramadhan setiap tahunnya, hal ini terjadi karena terdapat momen-momen terkait syariah yaitu bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri, di mana atensi terhadap keuangan syariah kembali meningkat.

Di internal Manulife Indonesia juga terjadi di periode tersebut ditambah dengan kondisi awal tahun ini menuju proses pemasaran yang harus disesuaikan dengan regulasi SEOJK PAYDI, tepatnya pada pertengahan bulan Maret. Kami rasa semakin hari proses adaptasi tenaga pemasar dan nasabah-nasabah kita terhadap regulasi tersebut semain baik. Misalnya kita sudah lama melakukan proses Welcoming Call, sehingga sudah terbiasa dan Alhamdulillah kita sudah implementasikan Robovoice dalam proses rekaman New Business antara agent dengan peserta. Tenaga pemasar semakin terbantu dalam merancang proteksi penghasilan para nasabah melalui produk asuransi jiwa syariah yang dikaitkan dengan investasi.

Keunggulan dan benefit produk syariah bagi agent dan nasabah?

Banyak keunggulan yang diberikan oleh produk-produk asuransi jiwa syariah melalui Mission Syariah dibandingkan dengan produk non-syariah baik bagi agent dan nasabah, yaitu:

1. Tidak ada transaksi jual beli, proses new business dimulai dengan akad, di mana kontribusi dari peserta dihibahkan ke dalam Dana Tabarru’ Manulife Indonesia sebagai pengelola untuk tujuan menolong. Jadi dana klaim sebenarnya milik dan berasal dari seluruh peserta (bukan Manulife) yang diterima oleh peserta atau ahli waris, Manulife hanya berperan sebagai pengelola.

Pahala mengalir kepada peserta karena membantu peserta lain yang mengalami musibah, tanpa membedakan seiman atau tidak, di mana pun mereka berada, juga kepada agent yang berhasil mengajak peserta untuk saling tolong menolong.

2. Terdapat fitur Surplus Underwriting. Peserta yang sehat, tidak mengalami musibah dalam periode 1 Januari s/d 31 Desember setiap tahunnya berkesempatan meraih surplus underwriting yang nilainya akan ditambahkan ke dalam nilai polis masing-masing peserta pada tahun berikutnya secara proporsional tergantung dari besaran iuran tabarru.

Ada prinsip keadilan di asuransi syariah, peserta yang sakit atau mengalami musibah akan mendapatkan dana klaim, sedangkan yang sehat akan mendapatkan surplus underwriting. Indah sekali bukan? Di tahun 2021 dan 2022 walaupun dalam kondisi pandemi, Manulife Indonesia mendistribusikan surplus underwriting kepada peserta yang berhak.

3. Dapat diwakafkan. Manfaat asuransi jiwa syariah, misalnya santunan asuransi Syariah dapat diwakafkan/disalurkan dalam bentuk dana sosial melaluji nadzir (Lembaga pengelola nadzir yang sudah tersertifikasi Badan Wakaf Indonesia). Keunikan yang tidak ditemukan di perusahaan lain adalah nadzir kita Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), program wakafnya dapat berupa persawahan, perkebunan, peternakan, water station, dan lainnya sehingga Ketika panen hasilnya banyak dirasakan orang banyak dan tidak terputus pahalanya.

Menurut Bapak, bagaimana potensi perkembangan perlindungan berbasis syariah di industri asuransi jiwa Indonesia dan Bagaimana dengan kinerja keseluruhan dari Asuransi Syariah di industri?

Industri asuransi syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh seiring dengan kinerja asuransi syariah yang terus bergerak positif sepanjang 2022. Merujuk data Statistik Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah yang diterbitkan OJK pada bulan Januari 2023 kinerja asuransi syariah tercatat mengalami pertumbuhan total aset yang mencapai Rp45,02 triliun. Kontribusi asuransi syariah juga mengalami pertumbuhan hingga 16,38% yoy menjadi Rp27,57 triliun dan hasil investasi melesat 108% yoy menjadi Rp1,19 triliun pada bulan Desember 2022.

Kami juga melihat adanya beberapa peluang usaha baru di industri asuransi syariah, seperti kembali menggeliatnya perjalanan umroh dan haji. Diikuti dengan proyek pembangunan infrastruktur melalui prinsip syariah yang pendanaannya bersumber dari sukuk. Ekosistem halal lain juga bertumbuh, misalnya wisata halal, kosmetik halal, hotel syariah, dan sekolah serta kampus syariah semakin banyak. Beberapa faktor tersebut menjadi pendorong bertumbuhnya asuransi Syariah selain tentunya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki asuransi jiwa baik Muslim maupun Non-Muslim karena produk asuransi jiwa syariah ini adalah produk universal yang dapat dimiliki siapa saja.

Bagaimana pencapaian Unit Syariah Manulife Indonesia hingga saat ini?

Agent yang berlisensi syariah mengalami pertumbuhan 13% dibandingkan dengan bulan Juli tahun lalu dengan total 5.034 sharia license agents per Juli 2023. Tingkat kepercayaan nasabah terhadap produk asuransi syariah bertumbuh sepanjang tahun 2022 terlihat dari pertumbuhan RBC dana Tabarru per Desember 2022 yang mencapai 757%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Total aset dana perusahaan, dana tabarru’, dan dana peserta lebih dari Rp. 1 triliun, Unit Syariah Manulife Indonesia juga berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya The Best Sharia Unit Life Insurance dari Iconomics Syariah Award dan Best Life Insurance Unit Usaha Syariah dengan ekuitas Rp250 miliar ke atas dari Media Asuransi.

Kami pun berhasil membagikan surplus underwriting selama 2 (dua) tahun berturut-turut di tahun 2021 sebesar Rp. 583 juta dan di tahun 2022 sebesar Rp. 9,3 milyar.

Syariah menjadi salah satu focus Agency untuk mencapai Bold Ambition, apa strategi Bapak untuk mendukung goal ini?

Beragam inisiatif akan terus kami lakukan, beberapa di antaranya:

  1. Menambah variasi produk khususnya produk asuransi jiwa tradisional syariah, yaitu term life syariah, critical illness syariah, dan whole life syariah. Penambahan produk diharapkan dapat meningkatkan jumlah tenaga pemasar yang berlisensi syariah. Sekarang agent dapat memilih lisensi pemasarannya, bisa lisensi konvensional saja, lisensi syariah saja, atau keduanya.
  2. Membuka jalan bagi agency untuk masuk ke dalam ekosistem syariah, misalnya kerjasama dengan kampus Islam, rumah sakit Islam, pemerintah daerah, organisasi dan komunitas syariah, dan lain lain.
  3. Menambah jumlah SRD (Sharia Relationship Development) Officer sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih luas kepada teman-teman agency.
  4. Wakaf Crowdfunding, menambah jumlah nadzir dan merekrut tenaga pemasar dari para fund raiser wakaf nadzir untuk menjadi tenaga pemasar Manulife Indonesia.
  5. Mendorong DSN-MUI dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia untuk memberikan banyak kemudahan-kemudahan dalam membuat inovasi produk syariah dan proses berlisensi syariah.

Apakah Bapak memiliki pesan khusus bagi Manulifers untuk terus mendukung kinerja syariah?

Secara financial unit syariah kita berada dalam kondisi yang sangat baik, demikian pula halnya dengan brand reputation Manulife Indonesia yang sangat baik. Ayo berlisensi syariah, ajak tim Anda juga segera berlisensi syariah, rekrut tenaga pemasar dari ekosistem syariah, bank syariah, multifinance syariah, universitas Islam, di berbagai kota sehingga ketika nanti produk-produk Syariah baru diluncurkan kita sudah siap memasarkannya.

Apa harapan Bapak untuk Unit Syariah Manulife Indonesia?

Unit Syariah dapat menjalankan perannya dalam meningkatkan bisnis asuransi jiwa Syariah di Manulife Indonesia dan industri dengan meningkatkan ekosistem asuransi syariah dan sinergi dengan tenaga pemasar khususnya di jalur distribusi keagenan. [Diambil dari E-Magazine edisi Agustus 2023, majalah internal agency Manulife Indonesia]


Catatan:

  • Salah satu kabar yang paling menggembirakan dari wawancara di atas adalah akan adanya 3 produk baru asuransi syariah pada tahun 2023 ini (rencana kuartal IV), yaitu term life syariah, critical illness syariah, dan whole life syariah. Ketiganya merupakan asuransi tradisional non unit link. Sangat menarik utk ditunggu.
  • Untuk memasarkan produk-produk ini, dibutuhkan lebih banyak lagi agen yang mampu memahami dan menjual produk asuransi syariah dengan lebih baik kepada masyarakat. Ayo daftar…
  • Saat ini agen asuransi dapat memilih lisensi pemasaran, bisa lisensi syariah saja tanpa harus lisensi konvensional. Cocok untuk agen yang ingin fokus menjual produk syariah.
  • Dibutuhkan juga lebih banyak SRD (Sharia Relationship Development) Officer untuk mendukung lancarnya operasional dan penjualan produk-produk asuansi syariah di Manulife Indonesia. Lowongan kerja nih bagi anda yang berlatar belakang ekonomi syariah. Cobalah kirimkan CV terbaik anda ke Manulife.

 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Director Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *