
Tiga Kategori Investasi
Kita mengenal beragam instrumen investasi, mulai dari tabungan berjangka, deposito, obligasi pemerintah, obligasi swasta, reksadana, properti, emas, hingga saham dan kripto. Biasanya instrumen-instrumen tsb dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
Kategori konservatif memiliki ciri imbal hasil rendah, risiko rendah (aman, dijamin), dan biasanya disarankan untuk jangka waktu yang relatif pendek (di bawah 3 tahun). Masuk ke kategori ini adalah tabungan berjangka, deposito, obligasi pemerintah, dan reksadana pasar uang.
Kategori moderat memiliki ciri imbal hasil sedang dan risiko sedang (ada kemungkinan rugi), dan disarankan untuk jangka waktu yang sedikit lebih panjang (di atas 3 tahun sampai 10 tahun). Masuk kategori ini ialah obligasi swasta (dengan tingkat imbal hasil yang bervariasi), reksadana pendapatan tetap, properti, dan emas.
Kategori agresif memiliki ciri potensi imbal hasil tinggi dan risiko pun tinggi (bahkan tak jarang bisa rugi), dan disarankan untuk jangka waktu yang panjang (di atas 10 tahun). Masuk kategori ini adalah saham, reksadana saham, dan kripto.
Asuransi Dwiguna
Lalu bagaimana dengan asuransi dwiguna?
Asuransi dwiguna atau endowment jarang dimasukkan sebagai instrumen investasi karena memang bukan instrumen investasi murni, tapi ada campuran dengan asuransi jiwa. Tapi bagaimana pun asuransi dwiguna menawarkan keuntungan dari dana yang disetorkan sehingga dapat digunakan sebagai alat investasi. Banyak kalangan, khususnya orang-orang kaya, yang telah menggunakannya sebagai bagian dari diversifikasi aset dan perencanaan waris. Banyak produk asuransi dwiguna juga ditawarkan untuk perencanaan dana pendidikan dan dana pensiun.
Dari segi imbal hasil dan risiko, asuransi dwiguna dapat digolongkan ke kategori konservatif. Imbal hasilnya rendah (kira-kira setara deposito, tergantung jangka waktu) dan risiko pun rendah (besarnya manfaat dijamin dalam polis). Manfaat asuransi dwiguna dijamin dalam polis, tidak terpengaruh fluktuasi pasar. Bunga deposito dan kupon obligasi bisa berubah setiap waktu, namun manfaat asuransi dwiguna akan tetap sama sampai akhir periode.
Namun asuransi dwiguna tidak cocok untuk jangka pendek, karena ada perjanjian yang mengikat selama masa pertanggungan, misalnya 10 atau 20 tahun, atau bahkan lebih tergantung fitur produk yang ditawarkan. Pengakhiran sebelum jatuh tempo atau penarikan dana di luar jadwal yang ditetapkan akan menimbulkan kerugian.
Jadi, asuransi dwiguna adalah instrumen investasi konservatif yang ditujukan untuk jangka panjang. Pengguna asuransi dwiguna harus menggunakan uang dingin, bukan dana yang sewaktu-waktu ditarik untuk kebutuhan hidup atau kepentingan bisnis.
Kelebihan Asuransi Dwiguna
Lalu apa kelebihan asuransi dwiguna dibanding instrumen investasi lainnya?
- Ada proteksi jiwanya. Jika tertanggung (investor) meninggal dunia, ada santunan kematian (uang pertanggungan) atau bisa juga dalam bentuk tambahan manfaat tunai. Uang pertanggungan langsung diberikan kepada penerima manfaat yang ditunjuk dalam polis (ahli waris). Adanya fitur ini membuat asuransi dwiguna banyak digunakan sebagai sarana perencanaan dan pengaturan waris.
- Bebas pajak. Baik manfaat tunai ataupun uang pertanggungan tidak dipotong pajak.
- Aman dan rendah risiko. Dana dijamin dalam polis. Namun perihal yang ketiga ini anda perlu juga melihat rekam jejak perusahaan asuransi.
Contoh Asuransi Dwiguna: MiAction
Salah satu contoh produk asuransi dwiguna yang direkomendasikan dari Manulife adalah MiAction (MiAssurance Protection Plan).
MiAction menyediakan masa pembayaran premi 5 tahun, 3 tahun, atau sekali bayar. Masa pertanggungan 20 tahun. Ada pun manfaatnya sbb:
- Manfaat tunai tahunan diberikan mulai akhir tahun ke-6 sampai akhir tahun ke-20
- Manfaat akhir masa asuransi diberikan di akhir tahun ke-20
- Manfaat meninggal dunia sebesar 110% dari total premi.
Contoh ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut, dengan premi 100 juta per tahun selama 5 tahun:

Sengaja contohnya menggunakan premi 100 juta, karena instrumen investasi ini memang ditujukan untuk orang-orang yang punya banyak uang sebagai diversifikasi aset.
Demikian. []
Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:
Asep Sopyan (Agen Manulife)
HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan
Atau
