
Banyak di antara kita saat ini yang menjadi sandwich generation. Di satu sisi kita harus menghidupi keluarga kita (pasangan dan anak-anak), di sisi lain kita juga harus membantu orangtua kita atau bahkan saudara dan keponakan. Kita ditekan secara ekonomi dari atas dan bawah, mirip sandwich alias roti lapis.
Kondisi ini pada umumnya membuat kehidupan kita tidak nyaman. Kita sendiri punya banyak kebutuhan dan keinginan, seperti untuk mencicil rumah, membeli kendaraan, liburan, ganti HP, dan lain sebagainya. Tapi banyak dari kebutuhan dan keinginan itu harus tertunda atau batal karena harus memberi bantuan kepada orangtua atau saudara kita.
Kenapa Menjadi Sandwich Generation?
Yang menjadi pertanyaan, kenapa kita sampai menjadi sandwich generation?
Kita tidak hendak menyalahkan siapa pun, dan tidak ada gunanya juga. Tapi jika kita harus mencari penyebabnya, hal ini terjadi karena orangtua kita gagal mempersiapkan dana pensiunnya sendiri sehingga di masa tua harus mengandalkan bantuan dari kita. Orangtua kita mungkin tidak mengenal perencanaan keuangan yang baik, atau mereka punya gaya hidup konsumtif sehingga tidak bisa menabung dan mengumpulkan aset, atau mungkin mereka hidup dalam kondisi kekurangan ekonomi. Atau bisa jadi orangtua beranggapan anak adalah investasi, sehingga berharap anak-anaknya bisa menopang kehidupan mereka di hari tua.
Nah, kondisi yang sama juga bisa terjadi pada anak-anak kita kelak, jika kita tidak belajar dari pengalaman orangtua kita.
Maukah kita hidup bergantung pada anak-anak kita saat kita tua nanti? Apakah kita tega merepotkan anak-anak kita, yang kelak punya keluarga sendiri dengan kebutuhan yang makin besar?
Tentunya tidak.
Sebaliknya, maukah kita menjadi kakek-nenek yang disenangi para cucu kita karena setiap kali mereka datang, kita mampu memberi mereka uang jajan atau hadiah yang berkesan?
Nah, yang ini tentunya mau.
Cara Memutus Rantai Sandwich Generation
Bagaimana agar anak kita tidak menjadi generasi sandwich seperti kita?
Caranya tak lain dan tak bukan adalah kita harus berhasil mempersiapkan dana pensiun kita dengan sebaik-baiknya, dalam jumlah yang cukup, sehingga di masa tua kita bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada siapa pun.
Jika ini gagal kita siapkan, ada dua kondisi yang menanti kita di hari tua:
- Harus bekerja seumur hidup, di mana kondisi kesehatan sudah pasti semakin menurun.
- Hidup bergantung kepada anak-anak kita, yang artinya rantai sandwich generation berlanjut.
Maukah kita mengalami dua hal tsb?
Jelas tidak. Tapi mungkin terjadi jika kita gagal mempersiapkannya.
Nah, bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun? Berapa jumlah dana yang harus disiapkan? Berapa yang harus diinvestasikan secara rutin setiap bulan atau setiap tahunnya? Adakah cara lain untuk mencapai pensiun sejahtera? Mengenai hal-hal ini akan kita bahas di artikel selanjutnya. []
Baca juga:
Untuk konsultasi tentang perencanaan keuangan dan asuransi, silakan menghubungi saya:
Asep Sopyan (Agen Manulife)
HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan
Atau
