
Bisnis asuransi dan bisnis MLM (multi-level marketing) sering dilirik sebagai opsi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Yang mana di antara keduanya yang lebih layak anda pilih? Mari kita lihat kesamaan dan perbedaan di antara keduanya.
Sebelumnya perlu dicatat bahwa bisnis asuransi yang dimaksud di sini adalah bisnis asuransi jiwa (bukan asuransi umum), dan MLM yang dimaksud adalah MLM yang memiliki produk, baik berupa barang ataupun jasa, bukan dari jenis yang lebih mirip skema piramida (hanya merekrut tanpa menjual produk).
Kesamaan Bisnis Asuransi dengan MLM
Bisnis asuransi dan bisnis MLM memiliki beberapa kesamaan, antara lain:
- Perlu kemampuan menjual, layaknya pekerjaan sales apa pun. Namun kemampuan ini bisa dipelajari sambil jalan.
- Pendapatan berbasis komisi penjualan produk. Tidak ada gaji pokok.
- Ada perekrutan dan pembentukan jaringan (upline dan downline), serta pendapatan dari produksi jaringan (overriding).
- Banyak reward dan bonus untuk menyemangati para agen.
- Sering mendapat penolakan. Ditolak karena menjual asuransi atau merekrut member MLM biasanya terasa lebih menyakitkan dibanding ditolak saat menjual produk lain.
Perbedaan Bisnis Asuransi dengan MLM
Selain itu ada juga sejumlah perbedaan, yaitu:
- Dalam bisnis asuransi ada komisi yang berulang, di MLM tidak ada. Produk asuransi bersifat jangka panjang sehingga nasabah harus tetap membayar premi selama bertahun-tahun hingga seumur hidup. Sedangkan produk MLM pada umumnya bersifat sekali bayar.
- Dalam bisnis asuransi, perekrutan bersifat pilihan, sedangkan dalam MLM bersifat wajib. Agen asuransi bisa tetap mendapatkan penghasilan besar dengan berjualan sendiri tanpa merekrut agen. Di MLM, wajib merekrut untuk mendapatkan penghasilan besar.
- Profesi agen asuransi bersifat resmi dan diakui negara (ada lisensinya dari AAJI, AASI, AAUI, dan harus terdaftar di OJK), sedangkan profesi agen MLM tidak memerlukan lisensi.
- Agen asuransi hanya bisa menjadi agen dari satu perusahaan dalam satu waktu, sedangkan agen MLM bisa bergabung ke beberapa MLM sekaligus.
- Perusahaan asuransi pada umumnya sudah berusia tua dan merupakan perusahaan skala besar (modal triliunan), sedangkan perusahaan MLM banyak yang masih baru dengan modal jauh lebih kecil (modal miliaran).
- Produk asuransi merupakan kebutuhan setiap orang sebagai bagian dari perencanaan keuangan, sedangkan produk MLM pada umumnya merupakan produk pelengkap yang tidak selalu dibutuhkan.
- Produk asuransi hanya bisa dibeli melalui perusahaan asuransi resmi yang terdaftar di OJK dan tidak ada gantinya di pasaran, sedangkan produk MLM banyak penggantinya di pasaran dengan harga lebih murah.
- Produk asuransi selalu tersedia tanpa harus stok barang, sedangkan produk MLM harus stok barang (berisiko barang menumpuk tidak terjual).
- Modal awal bisnis asuransi hanya beberapa ratus ribu untuk mendapatkan lisensi, sedangkan modal di MLM pada umumnya lebih besar karena harus membeli paket produk dengan nilai yang bervariasi. Kalaupun ada MLM yang tidak mensyaratkan pembelian paket produk, tetap saja untuk bisa menjual harus membeli produk lebih dahulu.
- Bisnis asuransi sangat stabil untuk jangka panjang, sedangkan bisnis MLM bersifat musiman. Banyak agen dan jaringan keagenan asuransi yang telah bertahan hingga puluhan tahun, namun tidak ada jaringan MLM yang bertahan lama. Hampir semua pegiat MLM pernah berpindah-pindah perusahaan setiap beberapa tahun, namun banyak agen asuransi yang setia dengan satu perusahaan selama puluhan tahun hingga pensiun. Kalaupun pernah berpindah perusahaan, paling hanya satu atau dua kali saja sepanjang hidupnya.
Kesimpulan
- Jika anda ingin penghasilan yang besar dalam waktu singkat, keduanya bisa jadi pilihan, asalkan anda mau langsung kerja keras.
- Jika anda ingin bisnis yang stabil untuk jangka panjang, pilih bisnis asuransi.
- Jika anda bersedia jualan namun tak suka merekrut agen dan membina tim, pilih jadi agen asuransi profesional. Dengan mencapai target trip tiap tahun atau apalagi jika menjadi MDRT, ini sudah cukup untuk membuat anda punya penghasilan yang besar.
- Jika anda senang merekrut dan membina jaringan namun tidak suka jualan, pilih bisnis MLM.
Demikian. []
Baca juga:
- Perbandingan antara Agen Asuransi, Sales Properti, dan Sales Mobil
- Perihal Bisnis Asuransi
- Sistem Bisnis Agency Manulife
Untuk konsultasi tentang bisnis asuransi, silakan menghubungi saya:
Asep Sopyan (Agen Manulife, agen asuransi sejak tahun 2011)
HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan
Atau
Cari Agen Manulife di Kota Anda
Artikel ini sudah dibahas di youtube Asep Sopyan:
