cara hitung UP warisan

Asuransi jiwa dapat dilibatkan dalam proses perencanaan waris. Bagaimana cara menghitung uang pertanggungan jiwa dalam perencanaan waris agar mencukupi semua yang dibutuhkan?

Hal ini sangat tergantung pada kondisi dari orang yang akan membuat perencanaan waris.

Menurut Eddi Mak, seorang spesialis perencanaan waris, ada lima poin yang harus dihitung dalam penentuan uang pertanggungan untuk keperluan perencanaan waris.

Pertama, jumlah utang yang dimiliki, agar utang tsb tidak mengurangi nilai aset yang akan diwariskan.

Kedua, kebutuhan uang tunai pada saat terjadi kematian (penyelenggaraan jenazah, prosesi di rumah duka, pemakaman, hingga tradisi yang menyertainya).

Ketiga, persiapan biaya hidup, setidak-tidaknya 6-12 bulan dari kejadian kematian. Kenapa ini perlu? Karena ada kemungkinan dana yang tersimpan di bank (misal aset berbentuk deposito) akan tertahan dulu untuk sementara waktu sampai ada surat keterangan waris.

Keempat, biaya-biaya yang diperlukan untuk mengubah kepemilikan dari harta, misal BPHTB (Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan). Dana untuk biaya ini harus dipersiapkan misalnya 5-10% dari nilai properti yang akan diwariskan.

Kelima, jangan lupa bahwa uang pertanggungan juga bisa menciptakan aset tambahan untuk keluarga yang ditinggalkan. Berapa yang mau anda berikan untuk keluarga anda? Silakan hitung dalam rencana waris anda.

Demikian. [Diolah dari akun Tiktok Eddi Mak, CFP, AEPP).


Program perencanaan waris di Manulife:


 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Business Director Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *