ibu tunggal

Di sebuah kota, hiduplah satu keluarga muda. Suami seorang pekerja keras, istri seorang ibu rumah tangga, dan anak-anak masih balita.

Mereka hidup bahagia hingga suatu ketika, tiba-tiba terdengar berita yang sangat mengejutkan. Suami sekaligus ayah mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

Sejak itu, sang istri , yang kini menjadi single parent, kebingungan. Suami tak meninggalkan warisan dan juga tak punya asuransi jiwa. Tak ada lagi tulang punggung keluarga. Mereka butuh makan, dan nanti anak-anak harus sekolah.

Bagaimana kehidupan selanjutnya? Apa yang harus dilakukan?

Oke. Kisah di atas hanyalah rekaan belaka, tapi mungkin terjadi pada siapa saja.

Jadi, apa yang harus dilakukan si istri yang kini jadi ibu tunggal agar kehidupan keluarganya tetap berjalan?

Ada tiga kemungkinan.

1. Cari kerja

Karena tak ada lagi yang memberikan nafkah, mau tak mau si ibu ini harus cari kerja. Tapi apakah mudah cari kerja? Apakah punya pengalaman kerja sebelumnya?

Kalau berbisnis, apakah punya modalnya, dan juga pengalaman? Kalau jalani bisnis yang tanpa modal, seperti jadi sales, apakah bisa langsung menghasilkan?

2. Cari suami 

Jika cari kerja sulit, cara kedua adalah cari suami yang bisa memberikan nafkah.

Tapi apakah mudah cari suami? Apakah mudah mendapatkan suami yang mau menerima keberadaan anak-anak? Apakah suami baru itu mapan dan bertanggung jawab?

Kadang ada suami berkilah tidak mau ambil asuransi jiwa karena uangnya bisa dipakai istrinya untuk kawin lagi. Justru sebaliknya. Kalau suami tak punya asuransi jiwa dan juga tak meninggalkan warisan, istri akan kawin lagi karena butuh ada yang memberikan nafkah.

3. Pulang ke rumah orangtua

Ini adalah langkah terakhir. Sambil tetap berusaha cari kerja dan cari suami, si ibu tunggal bisa pulang ke rumah orangtuanya. Dengan catatan, ortunya masih ada.

Itulah tiga hal yang mungkin dilakukan seorang ibu rumah tangga jika suaminya meninggal dunia tanpa memberikan warisan ataupun asuransi jiwa.

Tapi lain halnya jika suami punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup, maka istri punya pilihan keempat:

  1. Tetap tinggal di rumahnya 

Tidak perlu pulang ke rumah ortu, tidak perlu buru-buru cari kerja, bahkan tidak perlu suami baru, karena kebutuhan ekonomi bisa mengandalkan uang warisan dari asuransi jiwa suaminya. 

Jadi, baik anda seorang suami atau seorang istri, pikirkanlah hal di atas dan lakukan langkah yang tepat, yaitu mengambil asuransi jiwa sesegera mungkin, dan setelah itu anda bisa tenang.

Demikian.


Manulife menyediakan produk asuransi jiwa yang dapat memastikan kehidupan keluarga tetap berjalan jika tiba-tiba terjadi risiko tak diinginkan pada pencari nafkah. 


 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Agen Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *