nabung emas vs asuransi pendidikan

Di media sosial Threads saya membaca utas seperti ini: “Lebih percaya nabung emas daripada ikut asuransi pendidikan”.

Saya pun berkomentar:

Sbg agen asuransi, sy setuju ungkapan ini. Pendidikan itu waktunya jelas, jadi nabung emas lebih baik drpd asuransi. Tp perlu diketahui ada risiko-risiko yg waktunya tidak bisa diduga, seperti sakit, kecelakaan, dan meninggal dunia. Untuk risiko yang tidak bisa diduga ini, tetap lebih baik pakai asuransi. Klo ngandelin nabung emas saja tanpa asuransi, jika tiba2 terjadi risiko yg tidak diduga, emasnya bisa terpakai dan pendidikan anak pun jadi tdk sesuai dg yg direncanakan.

Dua Kebutuhan

Jadi ada dua kebutuhan di masa depan:

  • Pertama, kebutuhan yang waktunya bisa diketahui. Contoh: pendidikan anak, liburan, dana pensiun.
  • Kedua, kebutuhan yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit, meninggal dunia, cacat tetap.

Terhadap dua kebutuhan tsb, cara mempersiapkannya berbeda. Untuk kebutuhan yang waktunya bisa diketahui, caranya dengan nabung atau investasi. Nabung emas, deposito, reksadana, saham, atau  bahkan menanam pohon dan memelihara hewan ternak.

Sedangkan untuk kebutuhan yang waktunya tidak bisa diketahui, cara terbaik dan paling cocok adalah asuransi. Ada asuransi kesehatan untuk kebutuhan biaya jika terjadi sakit, ada asuransi penyakit kritis jika terjadi sakit berat, ada lagi asuransi untuk risiko cacat tetap, dan yang paling utama asuransi jiwa untuk risiko kematian (khususnya pada pencari nafkah).

Asuransi punya kelebihan yaitu kapan pun kejadiannya, manfaat tetap didapatkan. Untuk asuransi jiwa, walaupun baru satu kali bayar tiba-tiba meninggal dunia, uang pertanggungan tetap bisa diklaim dan cair untuk ahli waris (asalkan jujur tentang kondisi kesehatan saat masuk). Untuk asuransi kesehatan, yang penting telah melewati masa tunggu (biasanya 30 hari untuk penyakit secara umum dan 12 bulan untuk penyakit khusus), jika terjadi sakit maka tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan.

Ada pun menabung itu butuh waktu sampai dananya cukup. Menabung emas 1 gram tiap bulan, butuh waktu setahun untuk jadi 12 gram, dan butuh waktu 10 tahun untuk jadi 120 gram.

Jika hanya mengandalkan menabung emas tanpa asuransi, maka jika tiba-tiba terjadi risiko, semua emasnya bisa terpakai. Rencana pendidikan anak pun bisa gagal.

Jadi mari kita bedakan sesuai fungsinya: menabung emas untuk pendidikan dan hal-hal lain yang waktunya bisa diketahui, sedangkan asuransi untuk kebutuhan yang waktunya tidak bisa diketahui.

Lalu Apa Itu Asuransi Pendidikan?

Lalu yang disebut dengan istilah “asuransi pendidikan” itu apa? Kenapa ada produk asuransi pendidikan?

Sebenarnya produk asuransi pendidikan itu ditujukan untuk orang-orang yang kurang memahami pembagian dua kebutuhan di atas. Bagi orang yang paham, mereka tidak akan mempersiapkan dana pendidikan anak lewat asuransi pendidikan, tapi lewat instrumen yang memang murni untuk tabungan atau investasi.

Ada pun produk yang disebut “asuransi pendidikan”, sebenarnya isinya adalah asuransi jiwa yang dikombinasi dengan instrumen tabungan. Tapi manfaat asuransi jiwanya kecil saja supaya manfaat tabungannya bisa mencapai nilai yang dijanjikan. Tertanggungnya seharusnya adalah orangtua (ayah atau ibu). Jika tertanggung meninggal dunia, cair uang pertanggungan dan manfaat dana pendidikan. Jika tertanggung hidup, cair manfaat dana pendidikan sesuai jadwal yang dijanjikan.

Tapi produk ini sudah jarang terdapat di pasaran. Suku bunga dan imbal hasil investasi terus berubah sehingga produk semacam ini akan sulit bertahan lama.

Asuransi Endowment

Sebagai gantinya, jika memang tetap ingin mempersiapkan dana pendidikan melalui produk asuransi, ada yang disebut asuransi endowment (dwiguna). Produk ini memberikan manfaat tabungan secara fleksibel, yang bisa untuk keperluan apa saja di masa depan, termasuk pendidikan.

Di Manulife, contoh produknya adalah MDWA (Manulife Dynamic Wealth Assurance). Misalnya Plan Beasiswa, dg contoh ilustrasi sbb.

  • Nabung 20 juta per tahun selama 5 tahun, maka setelah 15 tahun akan menjadi 145 juta, atau setelah 20 tahun akan menjadi 190 juta.
  • Nabung 100 juta sekali setor, maka setelah 15 tahun menjadi 160 juta, atau setelah 20 tahun menjadi 200 juta.
mdwa beasiswa
Ilustrasi MDWA Beasiswa sekali setor

Demikian. []  

 

Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Agen Manulife)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan

Atau

Cari Agen Manulife di Kota Anda

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *