
Dalam asuransi jiwa ada dua jenis produk yang sering dibandingkan, yaitu Term Life (asuransi jiwa berjangka) dan Whole Life (asuransi jiwa seumur hidup). Selain itu ada lagi Unit Link (asuransi jiwa plus investasi), namun artikel ini hanya akan membandingkan term life dengan whole life, karena dua produk ini yang paling direkomendasikan.
Dari segi premi, term life lebih murah daripada whole life, selisihnya bisa 2-3 kali lipat tergantung jangka waktu dan usia. Namun lebih murahnya term life ini hanya untuk jangka yang pendek sampai menengah. Jika diukur untuk jangka panjang, whole life secara keseluruhan akan lebih murah. Selain itu, term life tidak mengandung nilai tunai (premi hangus), sedangkan whole life menyediakan nilai tunai (meski belakangan ada juga whole life yang tanpa nilai tunai).
Contoh Premi Term Life vs Whole Life
Sebagai contoh, seorang pria usia 35 tahun, sehat tidak merokok, ingin mendapatkan UP (uang pertanggungan) 2 miliar. Jika memakai term life, dalam hal ini produk MDLA Plan A, preminya 6,44 juta per tahun selama 10 tahun untuk masa pertanggungan 20 tahun, atau 9,57 juta per tahun selama 10 tahun untuk masa pertanggungan 30 tahun.
Sedangkan jika memakai whole life, dalam hal ini produk MDLA Plan C, preminya 15,18 juta per tahun selama 10 tahun untuk masa pertanggungan sampai usia 105 tahun.
Sekilas terlihat bahwa whole life lebih mahal, tapi masa perlindungannya seumur hidup (sampai usia di atas 100 tahun), jadi UP-nya pasti cair. Selain itu ada nilai tunai yang bisa ditarik di tengah jalan jika dibutuhkan.
Sementara premi term life lebih murah, tapi masa pertanggungannya lebih pendek. Saat masa pertanggungan berakhir dan ingin memperpanjang, preminya akan jauh lebih tinggi. Term life tidak cocok untuk jangka yang sangat panjang. Jika ingin jangka panjang, lebih baik dari awal ambil whole life.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Oleh karena itu mana yang layak anda pilih, tergantung pertimbangan anda.
Jika anda pilih Term Life:
- Anda setuju bahwa kebutuhan asuransi jiwa itu hanya selama ada orang yang bergantung kepada penghasilan anda, tidak perlu seumur hidup.
- Anda punya anggaran yang terbatas untuk asuransi. Atau jika anda punya anggaran yang leluasa, anda lebih suka berinvestasi sendiri dan anda bisa disiplin melakukannya.
- Anda berpandangan bahwa asuransi dan investasi itu harus dipisahkan, dan anda tidak keberatan dengan premi hangus.
Jika anda pilih Whole Life:
- Anda memang ingin memberikan perlindungan sekaligus warisan pasti untuk keluarga anda. Kapan pun terjadi risiko, baik berumur pendek maupun berumur panjang, manfaat tetap diterima keluarga anda.
- Anda ingin sekaligus berjaga-jaga jika di usia tua butuh dana, ada nilai tunai yang bisa ditarik. Meski sifatnya pinjaman dan kena bunga, tetap lebih tenang jika ada dana darurat seperti ini.
- Anda mungkin seorang yang konservatif dalam menerima risiko investasi.
Demikian. []
Untuk konsultasi tentang asuransi Manulife, silakan menghubungi saya:
Asep Sopyan (Agen Manulife)
HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asep_sopyan@manulife.co.id | Youtube: Asep Sopyan
Atau
